Babel, Sungailiat.SKT.COID – Aktivitas tambang timah ilegal kembali mencoreng wajah penegakan hukum di Bangka Belitung. Kali ini, sorotan tajam tertuju ke kawasan alur sungai Jalan Laut Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka tepat nya di belakang Purihansel. Meski telah dihimbau oleh Sat Polairud Bangka awak bulan ini kini Ponton tersebut bergeser kedalam dibelakang purihancel. Senin (18/8/25).
Caption : Seorang anak buah Agus menunggu di timbang untuk dapatkan Timah para penambang (dok)Β
Dari pantauan tim media di lapangan menemukan Kepala Lingkungan (Kaling) Jalan Laut Dony turut andil dan memperparah keadaan dengan ikut menambang ilegal yang merusak lingkungan laut dan pantai yang seharusnya Ia jaga.
Fungsi Sempadan Pantai:Β Β Β Β Β Sempadan pantai berfungsi sebagai zona penyangga antara daratan dan laut, serta memiliki peran dalam mencegah abrasi, menjaga keanekaragaman hayati, dan melindungi wilayah pesisir dari dampak negatif gelombang dan angin.
“Sebelah sini kami bang,kalau sebelah sana Dony kaling punya 4 Ponton pribadi belum kordinasinya dia semua yang ambil bang kalau ngak salah dia juga yang mendropkan semua timah disini,” ucap pengurus yang tak mau di sebutkan namanya demi keamanan. Sabtu (16/8)

Adanya aktivitas tambang timah ilegal dibelakang Purihancel menambah omset lebih penghasilan bagi Kaling jalan Laut dan pengurus lainnya.
“Kami tak pernah di beritahu sama sekali oleh Kaling apapun itu pak,dengan adanya tambang ilegal di sini kami tak pernah mendapat kontribusi apapun untuk masyarakat kami RT. 01”, kata pak RT 01 saat di temui tim media ini. Senin malam (18/8)
Caption : Agus salah satu pengurus cantingan warga yang tidak jelas (dok)Β
Dari keterangan yang didapat RT 01 dan RT 02 apalagi RT.03 kaling Dony tidak pernah memberikan kontribusi apapun apalagi pihak kelurahan sama sekali tak tidak pernah.
“Kami tak pernah diberitahu oleh kaling jalan laut pak Dony sampai sekarang, kalau tambang ilegal itu menurut kami tak layak di kerjakan, meresahkan”, jelas ibu Rt 02 ditemui di kediamannya.
Untuk lebih lanjut lalu tim media ini mengkonfirmasi kepada lurah Matras Carlei terkait seorang Kaling serta Honor di BPKADΒ Β yang ikut menambang dan memperparah lokasi terlarang belakang purihansel.
“Coba dikordinasikan lagi sama pak kalingnya tadi sudah saya beritahu sama dia. Barangkali dia mau berteman. Untuk kelurahan terus terang belum ada bantuan apapun dari kaling karena kami tidak mau, menurut saya tambang ilegal tersebut tidak boleh dikerjakan”, ungkap Lurah Matras. (18/8).
Keterangan dari masyarakat,ya memang benar aktivitas tambang ilegal tersebut diduga di kordinasi oleh seorang Kepala lingkungan jalan laut yang mempunyai 4 ponton dan saat tim media berusaha bertemu kaling di lokasi untuk konfirmasi namun kaling jalan laut selalu menghindar dari tim.
Dikonfirmasikan tim ini kepada kaling selama 2 bulan aktivitas tambang ilegal dibelakang purihansel masyarakat terdampak tidak pernah mendapat bantuan apapun. Melalui pesan whatApp Kaling Dony tak menjawab bahkan saat tim menemui Dony di kediaman orang tuanya terpantau selalu tertutup.
Diterbitkan berita ini warga masyarakat meminta kepada APH untuk menertibkan kembali agar keresahan tidak berlarut dan tim media berusaha konfirmasi dengan Kasubdit Gakkum Polairud Polda Babel Todoan Goltom terkait tambang Ilegal yang diduga di akomodir Kaling jalan laut Dony dan meresahkan warga karena tidak mendapatkan CSR bantuan apapun. Meskipun upaya konfirmasi sudah dilakukan namun belum mendapat respon apapun. (Tim)








