Example floating
Berita

Melihat Pertambangan yang Ada Ketua DPD GPAB Desak Pemerintah Untuk Menerapkan K3

3058
×

Melihat Pertambangan yang Ada Ketua DPD GPAB Desak Pemerintah Untuk Menerapkan K3

Sebarkan artikel ini

BABEL, BABAR,SKT.COM Tragedi longsornya lokasi tambang rakyat TK 2367, Lembah Jambu, Desa Sinar Surya, Kecamatan Tempilang, Bangka Barat, Jumat (22/8/25) yang merenggut tiga nyawa pekerja tambang, menuai sorotan tajam dari berbagai pihak.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Generasi Penggerak Anak Bangsa (DPD GPAB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Nurman Suseno, mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) bersikap tegas serta menghadirkan solusi terbaik bagi masyarakat penambang.

“Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak. Tiga warga kita harus kehilangan nyawa hanya karena lemahnya pengawasan dan tidak adanya standar keselamatan kerja di tambang rakyat (K3).

“Pemerintah dan aparat jangan hanya reaktif setelah ada korban, tetapi harus aktif melakukan pengawasan dan pencegahan”, tegas Nurman dalam keterangannya, Jumat (22/8/25).

Menurutnya, insiden ini bukanlah kasus tunggal. Aktivitas tambang rakyat di Bangka Belitung kerap menelan korban akibat minimnya penerapan keselamatan (K3) dan lemahnya regulasi.

Ia menilai, banyak tambang rakyat berjalan tanpa kejelasan izin maupun pembinaan teknis dari pemerintah.

“Kami mendorong Kapolda Babel, Polres Bangka Barat, dan juga pemerintah daerah agar benar-benar mengusut tuntas kasus ini. Jika tambang tersebut ilegal, pemiliknya harus diproses hukum. Jika resmi, maka tanggung jawab atas kelalaian keselamatan kerja juga tidak boleh dibiarkan,” ujar Nurman.

Lebih jauh, Nurman menekankan pentingnya solusi jangka panjang bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup pada tambang rakyat.

Ia meminta pemerintah provinsi maupun kabupaten tidak hanya menutup tambang, tetapi juga menyiapkan alternatif ekonomi yang layak.

“Masyarakat tidak bisa terus dibiarkan mencari nafkah dengan mempertaruhkan nyawa.

Pemerintah harus turun tangan memberikan solusi, baik berupa legalisasi tambang rakyat dengan aturan ketat, maupun membuka lapangan pekerjaan lain yang lebih aman dan berkelanjutan,” jelasnya.

Nurman juga menekankan agar edukasi keselamatan kerja diberikan kepada para pekerja tambang, sekaligus mengimbau pemilik alat berat maupun pengelola tambang untuk bertanggung jawab penuh atas keselamatan pekerjanya.

Di akhir pernyataannya, Ketua GPAB Babel ini mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi jalannya aktivitas pertambangan di wilayahnya.

“Kami berharap masyarakat juga berani bersuara jika melihat tambang yang membahayakan lingkungan maupun keselamatan kerja. Jangan menunggu korban lagi. Jiwa manusia jauh lebih berharga daripada hasil timah,” tutup Nurman.(Tim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *