Example floating
Berita

Diduga Habiskan Dana Kementerian Milyaran Rupiah PT. MCR Kangkangi Aturan pada Proyek Breakwater (Pemecah Ombak)

637
×

Diduga Habiskan Dana Kementerian Milyaran Rupiah PT. MCR Kangkangi Aturan pada Proyek Breakwater (Pemecah Ombak)

Sebarkan artikel ini

Babel.Bangka Tengah.Skt.co,id – Pekerjaan Proyek Pusat Kementerian Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung (BWS) dibawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bertujuan untuk melindungi garis pantai dari abrasi dan banjir rob serta mengamankan jalan provinsi yang berada di dekat Pantai  Penyak Breakwater (Pemecah Ombak). Diduga material Pasir yang digunakan PT.Mitra Ceasem Raya (MCR) tidak spekulasi RAB dan kangkangi aturan.

Pasalnya tempat penambangan lokasi galian C yang dilaksanakan oleh Sub Kontraktor (Subkon) CV. BMS mitra PT. MCR diduga salah dan mengbiskan biaya Milyaran Rupiah.

Pantauan Tim Media ini menemukan kejanggalan dalam aktivitas penambangan pasir galian C untuk kebutuhan proyek Break Water berlokasi sebenarnya di Desa Jelutung namun lokasi dilakukan Subkon penambangan pasir galian C lokasi di Desa Belilik.

Hal tersebut menjadi kontroversi dikalangan Masyarakat dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai komitmen PT. MCR dengan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan Pantai Penyak.

Diduga selain Ilegal dan salah tempat galian serta menurut RAB jenis pasir tidak sesuai Speak hingga menimbulkan kerusakan lingkungan,memicu abrasi ekosistem diwilayah itu.

Ironisnya aktivitas yang dilakukan oleh CV. BMS dalam pantauan tim media Babel galian C tersebut hingga sampai saat ini berjalan lancar di wilayah Desa Kayu Besi.

Hasil konfirmasi diduga pemilik CV. BMS yang memiliki satu unit PC Mini jenis Cobelco warna biru serta memiliki beberapa unit Dum Truck Adi Vanggo membantah.

“Dak de urusan ku bang ok. Sori ku cuman di rental alat Pc. Kalo dirental ade yang bertangung jawab. Silakan lanjutkan datang bai ke situ jika mau lebih mendalam lagi”, kata Adi lewat WA kepada tim. Rabu (30/10/25) malam.

Sedangkan Nirwan menurut Narasumber mengatakan Ia seorang yang membantu pekerjaan break water dilapangan oleh CV. BMS agar lebih teratur namun saat di konfrimasi mengenai tempat pengambilan Pasir yang sebenarnya hingga kini tidak menjawab.

Sementara Consultan PT. Perancang Adhinusa di proyek Breakwater CV.MCR berfungsi memberikan saran ahli untuk bisnis internasional, membantu mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah mengembangkan strategi ekspansi global, menavigasi pasar Internasional serta Profitabilitas saat di konfrimasi terkait lokasi penambangan jenis Pasir yang dibutuhkan tidak sesuai speak memilih bungkam.

Sampai berita ini dilayangkan Tim Media Babel akan berusaha konfrimasi ke Balai Wilayah Sungai Babel bahwa proyek Breakwater di jalan lintas desa penyak diduga tidak sesuai spekulasi dalam RAB dan akan berupaya mempertanyakan legalitas galian C ke jenjang yang lebih tinggi agar terciptanya akuntabilitas serta taranfaransi. Meskipun upaya konfirmasi sudah dilakukan namun belum mendapat respon. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *