Example floating
Bangka TengahBeritaKesehatanOtomotifPangkalpinang

Malangnya Nasib Pemilik SPBU Kejora Ulah Oknum Staf SPBU Menjadi Berkobar

85
×

Malangnya Nasib Pemilik SPBU Kejora Ulah Oknum Staf SPBU Menjadi Berkobar

Sebarkan artikel ini

BABEL.BATENG..SKT.CO.ID – Dua unit kendaraan merupakan mobil pengerit BBM subsidi jenis Pertalite hangus terbakar. Satu unit Mobil Suzuki APV dilaporkan terbakar habis, sementara satu unit Toyota pickup Kijang Kapsul mengalami kebakaran pada bagian depan. Senin (16/2/26).

Kebakaran yang melanda Area SPBU 24.331115 Kejora, Kabupaten Bangka Tengah diduga akibat kosleting kabel mobil APV dan api rokok.

“Iya pak, saya lupa dua atau tiga kali ngerit hari ini seingat saya dua kali pak masuk SPBU ini “. kata pengerit memberi klarifikasi saat diminta keterangan oleh anggota Samapta polres Pangkalpinang dalam ruangan cctv SPBU. Senin (16/2)

Caption : Video detik-detik kebakaran terjadi

Dengan kejadian ini kegiatan keluar masuk di SPBU kejora dan jalan utama terjadi kemacetan yang panjang dan dugaan sementara permainan pengerit BBM jenis pertalite dengan Staf Nozel semakin terang benderang.

“Kami kalau tidak disuruh masuk atau di kordinir takbisa juga kami masuk,mana lagi mobil baru 4 bulan kredit pak”. ucap Sopir mobil APV saat diinterogasi oleh pihak Kepolisian.

Fakta dilapangan tak sebanding dan terbalik apa yang di katakan Junai meneger atau penanggung jawab SPBU Kejora, yang membantah bahwa kendaraan tersebut bukan mobil pengerit. Padahal semua orang tahu bahwa dalam mobil APV yang terbakar terdapat tengki modif.

“Secara resmi kami tidak mengetahui kendaraan itu sebagai mobil pengerit. Saya juga tidak mengenal siapa pemilik dua mobil yang terbakar,” ujar Junai kepada wartawan usai kejadian. (16/2)

Diketahui bersama pernyataan tersebut menuai tanda tanya, Pasalnya, sistem barcode MyPertamina saat pengisian BBM subsidi secara otomatis menampilkan data pemilik kendaraan serta kapasitas maksimal tangki.

“Kami punya kartu barcode dua, satu yang asli satunya punya orang lain hanya fisik mobil saja berbeda pak”. jelas Manto (bukan nama sebenarnya) memberi keterangan ditemani istri dalam ruangan SPBU.

Petugas pengisian di SPBU 24.331115 Kejora diduga telah melanggar aturan yang dibuat MyPertamina adanya kejanggalan saat mengisi Pertalite ke kendaraan dengan kapasitas tidak wajar.

“Aok pak,mobil orang tue ku, kami kridit ke nya, da tahu aben kebakar kyk ni, semue abis terbakar, klo BPKB mungkin agik di rumah pak (iya pak,kami masih kredit sama orang tua saya tapi mau apa lagi jika sudah terjadi hanya BPKB mungkin masih ada di rumah yang lain habis di dalam mobil)”. kata istri Manto saat di tanya anggota kepolisian.

Kondisi ini dinilai ironis, mengingat seluruh transaksi BBM subsidi tercatat secara digital dari MyPertamina dan seharusnya mudah ditelusuri namun diduga permainan staf Nozel yang terkordinir tidak diketahui pemilik SPBU Wily, dengan kejadian ini Seyogianya Wily akan lebih tahu bobroknya permainan oknum stafnya dilapangan.

Sementara tim media konfrimasi meminta penjelasan kepada Kanit Pidum Polresta Efran. Siapa nama pengemudi mobil APV yang terbakar pak? Dan praduga sementara adanya salah satu pihak menejemen SPBU kejora melarang staf bagian Nozel untuk berkomentar saat tim media liputan dilapangan. Apa benar demikian pak? (17/2)

Publik mendesak penegakan hukum tegas agar subsidi negara tidak terus disalahgunakan dan keselamatan masyarakat pengguna kendaraan roda empat maupun roda dua terjamin.

Hingga berita ini diturunkan, Kanit Pidum Polresta enggan berkomentar agar menjaga berita tetap berimbang tim masih berupaya konfirmasi aparat penegak hukum dan pihak PT. Pertamina terkait langkah penindakan, termasuk pertanggungjawaban pemilik SPBU, serta dugaan kelalaian dan pembiaran oleh petugas pengisian (Nozel),pantauan hari ini SPBU masih terlihat sepi masih belum beraktivitas. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *