Example floating
BeritaInternasionalKesehatanOtomotifPangkalpinang

MBG di Salurkan Pempek Telur Ada Belatung Penyedia Jasa SPPG Lumbung Permata Gizi Harus Bertanggungjawab

40
×

MBG di Salurkan Pempek Telur Ada Belatung Penyedia Jasa SPPG Lumbung Permata Gizi Harus Bertanggungjawab

Sebarkan artikel ini

Babel.Pangkalpinang.SKT.CO.ID – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi sorotan bagi insan pers sebab di SMP 5 Kota Pangkalpinang. Ibu-ibu komite telah menemukan Belatung (ulat) pada makanan empek-empek telur yang hendak dibagikan kepada siswa. Selasa (03/3/26).

Menurut keterangan salah seorang anggota komite sekolah, kecurigaan muncul saat makanan diperiksa sebelum didistribusikan.

“Saat empek-empek dibuka, terlihat jelas ulat putih di dalamnya. Ini bukan satu titik namun ada beberapa tempat lain”. ujarnya.

Kondisi itu sontak memicu kepanikan dan kekhawatiran, mengingat makanan tersebut ditujukan untuk konsumsi anak-anak.

Sumber yang sama menegaskan, pasokan makanan MBG itu diduga diproduksi dan disalurkan dari SPPG Lumbung Permata Gizi.

“Kami mendapat informasi logistiknya dari sana. Karena itu kami langsung menghentikan pembagian dan meminta klarifikasi,” tegasnya.

Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lumbung Permata Gizi berlokasi di kawasan Pintu Air, Kota Pangkalpinang

Upaya konfirmasi pun dilakukan awak media kepada sejumlah pihak terkait. Namun hingga berita ini disusun, belum ada penjelasan resmi mengenai di mana mata rantai pengawasan mutu gagal—apakah pada tahap produksi, penyimpanan, atau distribusi.

Sementara pengamat keamanan pangan menilai, temuan belatung pada produk olahan seperti empek-empek telur merupakan indikasi pelanggaran serius terhadap standar higienitas, mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga kontrol suhu dan sanitasi.

Dalam konteks program negara yang menyasar anak sekolah, kelalaian sekecil apa pun berpotensi berdampak besar terhadap kesehatan dan kepercayaan publik.

Orang tua siswa mendesak audit menyeluruh terhadap dapur penyedia MBG serta penghentian sementara distribusi dari pemasok terkait hingga hasil investigasi diumumkan secara terbuka.

“Ini menyangkut keselamatan dan kesehatan anak-anak kami. Jangan ada pembiaran,” ujar salah seorang wali murid.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi pelaksana MBG di daerah. Program yang diniatkan untuk meningkatkan gizi dan kesehatan generasi muda justru berpotensi mencederai kepercayaan publik apabila pengawasan dilakukan secara longgar.

Publik kini menunggu langkah tegas otoritas terkait—bukan sekadar klarifikasi, melainkan penindakan nyata dan perbaikan sistem, agar dapur gizi benar-benar steril sebelum makanan tiba di piring siswa.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *