Example floating
Berita

Seorang Pak Haji Desa Sebagin diduga Bukan Contoh yang Baik untuk Masyarakat

191
×

Seorang Pak Haji Desa Sebagin diduga Bukan Contoh yang Baik untuk Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Babel.Pangkalpinang.SKT.CO.ID – Sabung ayam atau praktik judi mengadu dua ekor ayam jantan dalam sebuah arena, telah lama dikenal dalam berbagai budaya, termasuk di Indonesia.

Bagi sebagian masyarakat, kegiatan ini dianggap sebagian dari tradisi atau bentuk hiburan yang diwariskan secara turun-temurun.

Tindakan menyakiti hewan seperti sabung ayam atau tindakan mengadu hewan lainnya dilarang keras dalam Islam.

Larangan ini tampak pada hadits riwayat HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari Sahabat Ibnu Abbas RA. Imam Bukhari dalam Kitab Adabul Mufrad juga meriwayatkan hadits serupa.

عن ابن عباس قال نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ التَّحْرِيشِ بَيْنَ الْبَهَائِم

Artinya, “Dari sahabat Ibnu Abbas, ia berkata, Rasulullah SAW melarang (kita) mengadu binatang,” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Lain halnya dengan H. Yusuf berasal dari Desa Sebagin Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan alergi mobilnya di ambil gambar oleh tim 9 jejak kasus lantaran berada di Parkiran Gelanggang Sabung Ayam di Kota Pangkalpinang. Kamis (01/01/26).

“Kemaren habis makan ayam di warung nasi kampung keramat perut ku mules makanya aku tidak angkat waktu dia nelpn aku naik motor pergi BAB kerumah kawan sedangkan mobil masih di parkiran gelanggang”. kilas Haji Yusuf menerangkan melalui sambungan telpon Whatsapp kepada tim media lain. (02/1)

Lantaran mobilnya diambil gambar oleh awak media tanpa sengaja yang lagi berada di tempat gelanggang Sabung ayam dan tidak terima nasehat awak media melalui chat Whatsapp Haji Yusuf nelpon lalu marah-marah.

“Ngak boleh seperti itu , kalau kalian ngak di bantu jangan maksa seperti itu,kalian ambil foto mobil saya, pribadi saya mau kesitu, banyak koq orang korupsi dan lain sebagainya, nah seperti itu kalian foto jangan saya itu pribadi itu sekedar hoby”. Haji Yusuf marah-marah melalui telpon WhatsApp kepada tim media ini. Kamis (01/01)

Sebelumya,haji Yusuf melalui telpon WhatsApp memberitahukan bahwa untuk bantuan harus melihat orangnya tang sakit terlebih dahulu dan sekarang lagi di Gelanggang Sabung Ayam.

“Saya mau lihat orangnya dulu ya tapi sekarang lagi di Sabung Ayam dulu”. terangnya.

Bahkan yang membuat buta mata hati seorang haji. Ia seorang publik pigur di masyarakat mengajak orang menjauhkan perbuatan Keji dan Munkar selain itu Haji Yusuf mendapat anugrah Dua orang anak yang duduk sebagai anggota Legislatif di DPRD di Babel dan DPRD Kabupaten basel. Pertanyaannya apakah pantas seorang Haji berada di tempat perjudian Sabung Ayam?

“Siapa nama kawan k yang ke gelanggang  kemaren Kos, die foto mobil ku, kalau orang da mau bantu jangan kayak tu, itu pribadi ku, ape urusannya”. ucap H. Yusuf melalui sambungan telpn WhatsApp dengan tim rekan media lainnya. (02/1)

“Aku pegi kesitu (Gelanggang) nak nyenang hati bai,disitu tempat itu nak mencari kawan jadi tahu sifat-sifat kawa  disitu “. dalih Haji Yusuf.

Dari Nara sumber di Desa Sebagin yang tidak mau di tulis namannya mengatakan bahwa sudah 3 hari h. Yusuf berada di pangkalpinang lantaran Gelanggang di Desa Sebagin sudah tutup.

” Iya kemarin tiga hari dia (h.yusuf) di pangkalpinang, pegi ke Gelanggang paretlalang, dua hari kalah 5 juta,hari ke tiga menang tapi tidak sampai bongkar”. ucap Narsum kepada awak media melalui pesan WhatsApp.(03/01)

Meskipun sudah dari menunaikan ibadah Haji Akbar diduga judi sabung ayam masih di gandrungi haji Yusuf dampak negatif mulai menyoroti berbagai pertanyaan. Haji Mabruroh atau Haji Mardud?

Diterbitkan berita ini tim media Babel berupaya konfrimasi kepada anaknya seorang anggota Legislatif di  DPRD Babel terkait apakah pantas Haji Yusuf bertingkah seperti itu yang membuat malu keluarga besarnya. Walaupun usaha konfrimasi sudah di lakukan namun belum mendapat respon. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *