Example floating
Bangka TengahBeritaInternasional

Dugaan Hasil Tambang Timah diKlaim WIUP Dibagi Dua Antara PT.Timah dan Peleburan Swasta

5
×

Dugaan Hasil Tambang Timah diKlaim WIUP Dibagi Dua Antara PT.Timah dan Peleburan Swasta

Sebarkan artikel ini

BANGKA TENGAH,BABEL,SKT.CO.ID – Sempat terhenti, aktivitas penambangan timah menggunakan mesin dompeng di Desa Puput, tepatnya di kawasan hutan milik Gan terpantau kembali beroperasi.

Berdasarkan pantauan tim media hari Selasa (21/4/26) di lokasi yang cukup terpencil tersebut, deru suara mesin besar dan beberapa mesin pendukung lainnya terdengar saling bersahutan. Suara tersebut menjadi tanda jelas bahwa kegiatan penambangan timah sedang berlangsung secara masif. Kamis (24/4).

Di lokasi ti tersebut terlihat dampak lingkungan sekitar dari kegiatan penambangan timah serta limbah sisa pembuangan (tailing) Air berwarna kuning kental mengalir langsung ke aliran sungai, yang dikhawatirkan dapat merusak ekosistem air di sekitar kawasan.

Menurut sumber informasi yang diberikan kepada awak media ini aktivitas tambang milik Gan ini dikabarkan cukup produktif.

“Itu TI milik Gan. Hasilnya bisa mencapai satu ton dalam seminggu. Timahnya kabarnya diambil oleh Fery kolektor timah warga Puput. Ti sudah lama beroperasi,” ungkap sumber kepada wartawan ini.

Ia juga menambahkan bahwa aktivitas ini sempat diberitakan sebelumnya, namun persoalan tersebut mereda setelah adanya campur tangan pihak tertentu.

“Kemarin sempat naik berita, tapi sudah selesai karena menyebut nama Fery, dan Fery minta bantu meyelesaikan pemberitaan tersebut”, lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, Gan selaku pemilik lahan tambang masih diupayakan untuk dikonfirmasi terkait legalitas tambang tersebut, yang diklaim masuk dalam Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah.

Sementara itu, Fery yang diduga sebagai penampung hasil tambang Gan , yang disebutkan diduga bisa menyelesaikan semua pemberitaan masih dalam upaya konfirmasi guna mendapatkan tanggapan resmi terkait tudingan tersebut.

Kasus penyelundupan timah ilegal di Bangka Belitung sering melibatkan modus pengiriman terbagi, di mana sebagian bijih timah dijual ke PT Timah, sementara sisanya dilebur menjadi balok ilegal di gudang/peleburan swasta.

Hal tersebut disampaikan sumber bahwa Fery timah berdalih ke PT timah Atas saran Satgas..

“Iya Bang,dugaan sementara Fery cs modus operandi seperti itu, apalagi balok timah 14 ton di Kampak kemarin tempat peleburannya antara Desa Namang nuju ke Desa Puput,tepatnya kurang pasti bang”, ucap Narsum lain sambil mengangkat tangan mengarahkan ke Desa Puput. (23/4)

Sementara itu satgas yang dimaksud masih dalam upaya konfirmasi terkait dengan katanya atas saran Satgas dan Kapolsek Simpang katis, Intan mengatakan akan ditindak lanjuti.

“Terimakasih infonya,akan kami tindaklanjuti”, pesan WhatApp kepada awak media.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *