BABEL,PANGKALPINANG,SKT.CO.ID – Kondisi yang memicu kekecewaan dari Aliansi Masyarakat Pecinta Sepakbola Babel menilai, tidak adanya kompetisi usia dini dan Liga 4 menjadi persoalan serius bagi keberlangsungan pembinaan sepak bola di daerah.
Kekecewaan tersebut disampaikan Ketua Klub Babel Jaya FC sekaligus pelatih, Bachtiar Hamid. Ia mengatakan, pihaknya telah jauh-jauh hari mempertanyakan kepada pengurus Asprov PSSI Babel mengenai kepastian pelaksanaan kompetisi.
“Kompetisi Soeratin U-13, U-15, dan U-17 yang didambakan anak-anak Babel pupus. Harapan pesepak bola muda sirna karena kompetisi tidak digelar,” ujar Bachtiar.
Menurutnya, ketidakjelasan informasi mengenai pelaksanaan kompetisi membuat masyarakat sepak bola, pelaku sepak bola, orang tua pemain, hingga ratusan pesepak bola muda merasa kecewa.
Bachtiar menilai, pengurus Asprov PSSI Babel seharusnya mengupayakan agar kompetisi tetap terlaksana, baik melalui Soeratin maupun Liga 4.
“Kalau memang tidak sanggup menggelar karena dana terbatas, kan bisa kita rembuk dan ajak semua pemilik klub sepak bola Bangka Belitung untuk mencari solusi. Bukan dengan membiarkan,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan transparansi pengurus Asprov PSSI Babel dalam menyampaikan informasi terkait rencana kompetisi. Menurut Bachtiar, keterbukaan sangat penting agar klub, pemain, dan orang tua dapat mempersiapkan diri.
“Kita tahu kalau Asprov PSSI itu pasti mendapat subsidi dari PSSI pusat untuk menggelar kompetisi di setiap provinsi masing-masing dan juga dana hibah dari KONI provinsi,” katanya.
Bentuk tindak lanjut, Bachtiar menyampaikan bahwa pihaknya akan membentuk aliansi masyarakat pecinta sepak bola Babel. Aliansi tersebut rencananya melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Babel, Ketua KONI Provinsi Babel, serta Ketua Umum PSSI.
Sementara sekretaris aliansi masyarakat pecinta sepak bola Babel Okta berharap persoalan tersebut tidak dianggap sepele. Ia menilai, kompetisi bukan sekadar pertandingan, melainkan bagian penting dari proses pembinaan atlet muda yang membutuhkan ruang untuk berkembang.
“Hak-hak anak-anak Babel dirampas. Kalau mereka tidak sanggup mengurus Asprov, silakan mundur baik-baik. Persoalan tersebut tidak dianggap sepele. Kompetisi bukan sekadar pertandingan, melainkan bagian penting dari proses pembinaan atlet muda yang membutuhkan ruang untuk berkembang”, tutupnya. (15/9/26)
Adapun aliansi masyarakat pecinta sepak bola Babel menginginkan hak dan sebagai tuntutan;
1.Minta pertanggung jawaban pihak asprop perihal tidak di adakan nya piala suratin 2026
2.Menolak pencalonan ketua asprop dengan calon yg lama.
3.Meminta Bacalon yg telah lulus verifikasi agar di gugurkan semua.
4.Transparansi penggunaan anggaran hibah baik dr APBD provinsi maupun bantuan PSSI. (Red)
<








