Example floating
Bangka IndukBeritaInternasionalPangkalpinang

Diduga 40 Ponton Siap Hancurkan Alur Nelayan, Kasat Polairud Bangka diduga Dapat Setoran 7 Juta

7
×

Diduga 40 Ponton Siap Hancurkan Alur Nelayan, Kasat Polairud Bangka diduga Dapat Setoran 7 Juta

Sebarkan artikel ini

BABEL,SUNGAILIAT,SKT.CO ID – Aktivitas tambang ilegal di alur kapal nelayan di kawasan Nelayan 1, Sungailiat Kabupaten Bangka yang akan menyebabkan pendangkalan parah serta hambatan jalur operasional bagi ratusan nelayan.

Seorang narasumber meminta identitasnya dirahasiakan kepada Tim 9 Jejakkasus mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan masyarakat penambang ilegal di wilayah sekitar kurang lebih berjumlah 40 Ponton.

“Ada ti di nelayan kurang lebih 40 ponton,kordinasi dengan Polairud Polres Bangka hari Rabu kemarin baru mulai jalan dan besok jalan lagi yang ngurus ke Polairud di duga Sudar bang”, kata Narsum yang minta namanya dirahasiakan. Jum’at (15/5/26).

Dilihat aktivitas dan regulasi PT. Timah Tbk tidak mengeluarkan IUP dan tidak berada dalam wilayah izin usaha atau IUP PT Timah Tbk.

“Kerja tambang itu ilegal apalagi di perairan jalur nelayan Bang ngak ada IUP nya dari PT. Timah Tbk, dan PT. Timah tidak mengeluarkan IUP disitu bukan Wilayah Kp Timah bang”, lanjutnya.

Setiap aktivitas pertambangan atau kegiatan pendukung harus memiliki kejelasan izin dan lokasi yang sesuai dengan ketetapan pemerintah.

“Kalau memang di luar WIUP, seharusnya ada izin lain yang jelas. Kalau tidak, ini patut dipertanyakan dan harus ditelusuri lebih lanjut,” tegasnya.

Diketahui aktivitas tersebut sebelumnya kerjaan Loby-loby antar penambang diduga diwakili Sudar dengan Kasad Polairud Polres Bangka Kasat AKP Arief Fabillah, S.H sehingga menimbulkan kordinasi 7 juta disetor ke Kasatpolairud dan setoran mingguan perponton I juta dimulai hari ini (Jum’at) baru mulai Bang”, jelas Narsum.

Diterbitkan berita ini tim 9 Jejakkasus berusaha konfirmasi kepada Kasatpolairud Polres Bangka mengenai uang kordinasi dari penambang lokasi yang bukan WIUP PT.Timah. Meskipun konfirmasi sudah di layangan namun hingga kini belum mendapat respon.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *